Karya : Syalfani Putri W
Para Pelaku : -Bobby -Lili – Pelita –Ana –Kyai
Prolog
Babak I
( Pada suatu pagi, diperpustakaan sekolah, murid-murid datang untuk membaca buku. Bobby sedang asyik mebaca majalah Ouch, tiba-tiba Lili dan temannya Ana menghampiri Bobby).
(Ana masuk dengan panik).
Ana : “Pagi kak Bobby.”
Bobby : “Pagi.”
Ana : “Gini kak, aku ada masalah di extrakulikuler musik. Aku tidak mengerti alat-alat musik nya itu mau dijual atau tidak oleh kakak kelas. Karna kaka kelasnya galak jadi aku minta bantuan nya kepada kaka untuk menanyakan hal ini.”
Bobby :”Oh . . Begitu.. Yan anti aku tanyakan. Kalau kamu ?” (memandang kea rah Lili)
Lili :”Oh.. Tidak, aku tidak ada masalah. Lagi pula aku tak ikut extrakulikuler musik.”
Bobby : (Tersenyum)
Babak II
(Murid-murid akan menghadapi ujian sekolah kenaikan kelas, Lili meminta Bobby untuk
mengajarinya pelajaran Biologi.)
Lili :”kak, aku boleh diajarkan Biologi tidak? Karena aku tidak memahaminya.”
Bobby :”hm, baiklah.. jadi begini, untuk mengingat ini kamu ingat saja salah satu pembalap motor GP yang bernama devisioso.” (setelah beberapa waktu)
Lili :”ah.. ya itu ide yang bagus. Terimakasih ya kak.”
Babak III
(Akhirnya Lili telah selesai ujian sekolah dan dia naik kelas. Sedangkan Bobby telah Lulus dari
sekolah untuk melanjutkannya ke perguruan tinggi.)
Bobby :”Lili akhirnya aku lulus !”
Lili :”Alhamdulillah selamat ya kak. . .“
(mereka berdua sangat senang. Dan lama kelamaan mereka sering bertemu da akhirnya timbul
sebuah rasa suka diantara mereka karena kedekatan mereka.)
Babak IV
(di sebuah danau dimana banyak terdapat bunga teratai Lili dan Bobby berjalan-jalan.)
Bobby :”aku senang akhirnya kita dapat bertemu disini. Kamu senang tidak?”
Lili :”ya kak, aku senang kok kita bias bertemu kaka lagi.”
Bobby :”Lili ayo kita kesana (menunjuk sebuah saung) sepertinya asyik untuk mengobrol !”
Lili :”Baiklah . .”
Bobby :”Lili kamu punya mata yang indah.”
Lili :”ow ya? Trimakasih kak.”
Bobby :”kamu punya lesung pipi? Bagaimanasih cara memunculkannya? Aku ingin seperti itu?”
Lili :”(tersipu malu) aku punya karena dikasih Tuhan. Aku tidak tau caranya karena ini akan muncul sendiri.”
Bobby :”anugrah Tuhan yang indah.”
Lili : (tersenyum)
Babak V
(setelah mereka saling kenal dan dekat tiba-tiba terjadi perbedaan).
Pelita :”Lili kamu sedang dekat dengan kak Bobby ya?”
Lili :”hm. Kamu tau dari mana?”
Pelita :”ya taulah sudah terlihat dari raut wajah kamu.”
Lili :”haha.. ada-ada saja.”
Pelita :” tapi kamu harus tau kalau kak bobby adalah seorang Kristian!”
Lili :”hah? Kristian? bukan islam?” (dengan wajah tak percaya)
Pelita :”bukan, dia kristian.”
Lili :”pantas saja. . hm (berfikir), lalu akku harus bagaimana?”
Pelita :”Berhati-hatilah lili, kamu harus menjauh dari nya, dan membuang rasa itu.”
Babab VI
(semalaman lili terus memikirkan perbedaan ini, dia resah. Dia harus mengehentikan rasa suka
kepada kak bobby. Akhirnya dia mendatangi seorang kyai yang tak lain tak bukan adalah
ayahnya sendiri.)
Kyai :”Nak, kamu tak boleh suka pada dia, dia berbeda dengan kamu. Kamu harus memputusasakan dia.”
Lili :”Iya ayah, tapi aku harus bagaimana? Ini sangat sulit.”
Kyai :”jangan cari info tentang dia dan jangan hubungi dia lagi!”
Lili :”Baik ayah.”
Babak VII
(akhirnya lili menghindari bobby. Sampai1 tahun berlalu bobby tak tau kabar lili namun ada
sepucuk surat yang dia terima saat kesekolah lili yang berisi :
kak.. maaf aku harus pergi.perbedaan kita ini yang sangat dalam jurangnya tak dapat menyatukan kita. Lebih baik kita jalani hidup kita masing-masing. Maaf aku tak bias bertemu atau menghubungi kaka lagi, karena rasa dihatiku untuk kaka selalu ada. Agar aku tak terlalu merasakan rasa itu lagi aku putuskan untuk pergi. Aku harus pergi kak.. maaf bukan nya melupakan kaka namun inilah jalan yang terbaik. Kaka akan selalu ada di dalam hatiku. Meski kita tak bertemu dan bersama lagi. Selamat tinggal…
Bobby :” Lili.. kamu pun akan selalu ada dalam hatiku. . “
(Bobby berjalan di tepian danau yang penuh dengan bunga teratai sambil memandang langit. .)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar